Selasa, 21 Januari 2020

[ Jangan baperan ]



Baper. Singkatan kata dari 'terBawa Perasaan'
Tentu sebagai manusia kita memiliki hati. Hati yang mudah tersentuh, terkagum-kagum, hati yang mudah merasakan rasa tersinggung. Hati yang terlalu sensitif dan reaktif terhadap stimulus yang ada di sekitarnya.

Kalau kata orang, orang yang baper itu memiliki hati yang lembut.
Menurutku, tidak. 
Kenapa? Buktinya banyak orang di luar sana yang tidak seperti kebanyakan orang katakan.


Kata Baper dan Baperan itu beda.
Baper lebih dekat dgn perasaan yang lemah, payah, dan menyedihkan karena gundah hati belaka. Segala hal yang berkaitan dengan perasaan mengenaskan.

.
Hmm. bukan hanya itu juga, baper juga didasari karena perasaan suka, kagum terkadang berujung pada rasa cinta. Padahal kamu baru ngobrol sebentar, dan si-dia belum berkata apa-apa, tapi kamu sudah baper duluan.
Yaa.. begitulah orang baper.


Lalu Baperan?
Baperan lebih mengarah dengan sifat sensitif.
Sensitif, secara harfiah berasal dari sebuah emosi. Emosi terkait segala tentang perasaan.


Dalam dunia psikologi, baperan memiliki sebutan Highly Sensitive Person (HSP) yang dikemukakan oleh Dr. Elaine Aron (1997). Dalam buku tersebut HSP mendefinisikannya sebagai orang yang memiliki kesadaran terhadap hal-hal kecil di sekelilingnya dan lebih mudah merasa kewalahan ketika berada di lingkungan yang sangat menstimulasi inderanya.

Artinya orang yang baperan mudah sekali peka terhadap lingkungan nya. Sampai hal kecil pun dibesar-besarkan sampai membuat dirinya kewalahan, kesal dan bete menanggapi nya. Lalu berujung pada hati yang terluka.

Lalu bagaimana cara menghadapi orang yang baperan?
Ya gampang, Kita harus memilah-milah dalam berbicara, tau batasan dalam pembicaraan yang tidak membuat orang tersinggung dan membuat suasana lebih santai.


Tidak ada yang salah dengan keadaan seseorang, namun kembali lagi jika sudah terlalu tinggi intensitasnya dan mulai menggangu hubungan dengan orang lain, perlu sekali untuk berkonsultasi agar mendapatkan solusi yg tepat.

Dan buat kamu yang merasa kalau kamu baperan, please sekali aja kamu mengerti untuk menerima keadaan orang lain.
Karena kita sama.
Sama-sama punya perasaan.


#SLPChallange #180DWCLSP #DWC2

Senin, 20 Januari 2020

Apapun yang Terjadi

[ Apapun yang terjadi ]

Suatu ketika aku menaiki angkutan umum. Setelah aku naik, sang supir masih terus memanggil banyak orang untuk menaiki angkutannya. Begitu di perjalanan, aku bisa menikmati hal-hal yang ada disekitarku. Kemudian aku berpikir, sangat terlihat perbedaan antara supir dengan penumpang. Sang supir sangat fokus dengan jalan yang ada didepannya, tanpa memainkan handphone atau makanan yang ada disampignya. Agar semuanya aman.

Namun berbeda dengan penumpang yang dapat melakukan segala hal, bermain handphone atau memakan cemilan yang dibawanya. Dari sini aku belajar, jika kamu berada di tempat duduk supir, maka kamu harus tetap menjaga fokusmu di jalan. Sama seperti kehidupan kita yang ingin sukses.

Artinya apapun yang terjadi, kita harus siap bertanggung jawab dan terus maju untuk melangkah. Karena jika kamu memulai maka kamu menerima tanggung jawab tersebut. Menerima resiko yang terjadi.
Mungkin kedengarannya terlihat mudah. Tidak !
Banyak orang-orang di luar sana yang menginginkan kamu jatuh, terpuruk dan berakhir tidak sukses.

Jika kamu membiarkan hal itu terjadi, maka kamu akan kehilangan arah fokusmu. Dan kamu akan merasa sangat terganggu. Tidak ada hal-hal besar yang dicapai jika kamu membiarkan dirimu di alihkan oleh lingkungan sekitarmu.

Ketika segala hal menjadi sulit, mungkin kamu akan menyerah dan putus asa. Padahal saat kamu menyerah, kesuksesan sudah ada di depan mata.
Cobalah untuk lebih terbuka. Berpikir untuk mencari solusi dengan alternatif yang berbeda. Jangan hanya memiliki satu alternatif karena itu hanya membatasi dirimu saja.

Ingat ! tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi.
Fokus dengan dengan sebuah pilihan yang kamu buat. Sama seperti yang dilakukan sang supir. Yaitu fokus.

Sampai sini, kamu memilih untuk fokus dalam mengembangkan situasimu atau memilih untuk menyalahkan keadaan?

[ Jangan baperan ]

Baper. Singkatan kata dari 'terBawa Perasaan' Tentu sebagai manusia kita memiliki hati. Hati yang mudah tersentuh, terkagum-ka...