Baper. Singkatan kata dari 'terBawa Perasaan'
Tentu sebagai manusia kita memiliki hati. Hati yang mudah tersentuh, terkagum-kagum, hati yang mudah merasakan rasa tersinggung. Hati yang terlalu sensitif dan reaktif terhadap stimulus yang ada di sekitarnya.
Kalau kata orang, orang yang baper itu memiliki hati yang lembut.
Menurutku, tidak.
Kenapa? Buktinya banyak orang di luar sana yang tidak seperti kebanyakan orang katakan.
Kata Baper dan Baperan itu beda.
Baper lebih dekat dgn perasaan yang lemah, payah, dan menyedihkan karena gundah hati belaka. Segala hal yang berkaitan dengan perasaan mengenaskan.
.
Hmm. bukan hanya itu juga, baper juga didasari karena perasaan suka, kagum terkadang berujung pada rasa cinta. Padahal kamu baru ngobrol sebentar, dan si-dia belum berkata apa-apa, tapi kamu sudah baper duluan.
Yaa.. begitulah orang baper.
Lalu Baperan?
Baperan lebih mengarah dengan sifat sensitif.
Sensitif, secara harfiah berasal dari sebuah emosi. Emosi terkait segala tentang perasaan.
Dalam dunia psikologi, baperan memiliki sebutan Highly Sensitive Person (HSP) yang dikemukakan oleh Dr. Elaine Aron (1997). Dalam buku tersebut HSP mendefinisikannya sebagai orang yang memiliki kesadaran terhadap hal-hal kecil di sekelilingnya dan lebih mudah merasa kewalahan ketika berada di lingkungan yang sangat menstimulasi inderanya.
Artinya orang yang baperan mudah sekali peka terhadap lingkungan nya. Sampai hal kecil pun dibesar-besarkan sampai membuat dirinya kewalahan, kesal dan bete menanggapi nya. Lalu berujung pada hati yang terluka.
Lalu bagaimana cara menghadapi orang yang baperan?
Ya gampang, Kita harus memilah-milah dalam berbicara, tau batasan dalam pembicaraan yang tidak membuat orang tersinggung dan membuat suasana lebih santai.
Tidak ada yang salah dengan keadaan seseorang, namun kembali lagi jika sudah terlalu tinggi intensitasnya dan mulai menggangu hubungan dengan orang lain, perlu sekali untuk berkonsultasi agar mendapatkan solusi yg tepat.
Dan buat kamu yang merasa kalau kamu baperan, please sekali aja kamu mengerti untuk menerima keadaan orang lain.
Karena kita sama.
Sama-sama punya perasaan.
#SLPChallange #180DWCLSP #DWC2